Monday, January 09, 2017

So this is the 1st week of 2017

Tau-tau udah tahun 2017. Tahun 2016 saya ke mana aja?? kok gak berasa ya hahaha. Beberapa tahun belakangan ini memang saya sibuk atau sok sibuk, ya whateverlah. Yang pasti saya sibuk bahagia, sibuk membahagiakan orang-orang yang saya sayangi dan hasilnya adalah kebahagiaan untuk saya sendiri. Sibuk mendiamkan murid saya yang krayonnya diambil sama temennya gak bilang dulu. Sibuk melerai mereka yang main Ultraman-Ultramanan tapi nendangnya betulan, sibuk menahan kebelet pipis tapi gak bisa ninggalin murid di kelas tanpa pengawasan. Sibuk ngasi tau anak-anak bahwa meja digunakan untuk menulis bukan untuk dijilat. Pokoknya kesibukan yang superfun dan super weird yang cuma guru TK yang ngalamin. Plus, sebagai headteacher, sibuk menerima komplain dari orangtua yang anaknya pulang sekolah tau-tau bibirnya jontor, OMG I'm so busy being happy...
Apa yang bakal beda di tahun 2017 ini ya?? I'm expecting baby boy. Saat ini kehamilan saya uda memasuki usia 24/25 minggu ya, sekitar segitulah haha. Beda 10 tahun dengan anak pertama, jadi it's so amazing to experience again this mommazing moments pas debay gerak-gerak di perut. Uda bener-bener lupa rasanya. Untuk pembaca blog saya yang uda berdebu ini, doain ya kehamilan saya baik-baik, saya dan baby di perut juga sehat terus. Walaupun saya gak sering-sering sharing cerita saya di blog, tapi kalo saya sempet (baca: pengen) ngeblog, saya akan ceita di sini (ngetik sambil niupin debu di dashboard blogger hahaha). Mudah-mudahan tahun 2017 akan menjadi tahun yang lebih barokah untuk kita semua aamiin. Semua yang kita cita-citakan yang belum terwujud di tahun 2016 lalu, di tahun ini bisa terwujud aamiin again. Gak ada yang namanya "Perfect time or Perfect Life" semua yang terjadi adalah pelajaran hidup, tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari apa yang terjadi (halah ngomong opo se?)
Some photo from Facebook this week (walaupun gak ngeblog tapi eksis di Facebook 18 hours a day. Whaaat? hahaha)
 Ngumpul lagi dengan Ibu-Ibu Auliya, karena Mama Olla sekarang udah pindah ke Sampit, jadi momen ngumpulnya pas dia lagi mudik ke Balikpapan aja. Sekarang udah pada punya kesibukan masing-masing, susah banget untuk bisa ngumpul, beberapa personel absen gak bisa datang.
New Year's Eve?? Apapun anda menyebutnya. Pas malam tahun baru, kami ngumpul di Pecel Family, bakar-bakar. Alhamdulillah, ngidam jagung bakar akhirnya kesampean juga. Nunggu taun baruan baru makan jagung bakar, karena suami gak hobi diajak ke Melawai hahaha

And this one, selfie pertama di tahun 2017, di hari pertama masuk sekolah. Kerutan-kerutan di muha uda semakin tdk bisa disembunyikan bahkan dengan filter foto, I turn 33 tahun ini. Semoga makin berkah umur saya dan anda semua. 

PS: Saya lupa caranya ngeblog, ngedit foto apalagi coding. Tapi saya jago bikin kurikulum sekarang hahaha



Thursday, February 18, 2016

A Memory To Look Back On: 12th Grade

Dear Diary,
Hari ini hari ini pertama aku di kelas III, kelas III Bahasa. Kelas yang bagi sebagian anak dianggap kelas buangan karena nilai mereka gak cukup untuk diterima di IPA atau IPS. Tapi bagi sebagian yang lain termasuk aku (maaf diary, aku menyombong dikit), kelas Bahasa adalah kelas pelarian karena kami malas untuk terlalu serius belajar di kelas IPA. Kamu tau kan aku sebenarnya masuk di kelas IPA, ada beberapa alasan kenapa aku memilih lari ke Bahasa. Tapi aku lagi gak pengen bahas soal itu.

Ada yang berbeda hari ini dari yang selalu aku rasain selama 2 tahun sekolah di sini. Untuk pertama kalinya aku gak merasa canggung dan kikuk lagi saat harus berjalan di koridor menuju kantin dan toilet. Gak merasa canggung diliatin kakak kelas. Walopun aku tau, gak ada satupun kakak kelas yang merhatiin aku tapi entahlah, selalu ada rasa gak nyaman di hati tiap harus jalan di koridor dengan keberadaan kakak kelas di sana. Koridor itu seperti lorong yang tak berujung dengan perasaan bahwa ada mata yang memperhatikan kita.

Dear diary,
Yang paling nyenengin jadi anak kelas III adalah saat sampai di kompleks kelas I dan ada adik-adik kelas yang nyapa, kamu tau apa yang aku rasain tadi siang pas aku disapa sama Aya atau Ita pas pagi ketemu di gerbang. "WOOOOO aku dikenal." Aku gak cukup kriteria untuk bisa bilang "aku terkenal", menjadi seseorang yang "dikenal" aja rasanya uda lebih dari yang aku pengenin selama ini. Rasanya hatiku meledak tadi siang.

Selama jadi adik kelas, kelas I atau pas uda kelas II sekalipun, aku gak pernah kenal kakak kelas, satupun. Kalaupun ada kakak kelas yang aku kenal, aku yakin, mereka gak kenal balik sama aku. Sedih kan? Tapi itu kenyataan di sekolah. Rasanya untuk bisa kenal kakak kelas, aku gak bakal bisa memenuhi persyaratan yang aku tentukan sendiri. Aku gak punya apapun untuk bisa cukup percaya diri mengenal "kakak kelas yang agung". Tapi, hari ini, menjadi kakak kelas III, untuk pertama kalinya, aku merasa super superior.

Dear diary,
Di kelas tadi aku duduk sendiri di bangku ke dua dari belakang. Gak banyak yang aku kenal di kelas baru ini. Teman-teman dari kelas II C banyak yang di IPA dan IPS. Tapi sukur deh di depanku ada si Topan. Walopun belum pernah satu kelas sama Topan, tapi aku udah pernah beberapa kali ngobrol sama dia sebelumnya pas masih kelas II. Setidaknya dia mau ngajak aku ngobrol. Jadi gak terlalu merasa kesepian. Aku belum sembuh Diary. Patah hati beberapa bulan yang lalu belum bener-bener pulih. Aku masih sedih kalo inget dia. Aku uda gak pernah ketemu lagi sama dia diary. Di kelas baru ini pun, dengan teman-teman baru dan suasana baru, tapi belum bisa bikin aku teralihkan dari mikirin dia.Uuuuu pengen nangis lagi kan.

Aku tidur dulu ya diary. gak sabar nunggu besok. Moga-moga besok ada lagi adik kelas yang nyapa aku.
Keinginan yang paling sederhana kan Ya Allah. Terima kasih Ya Allah untuk hari pertama di kelas III yang menyenangkan hari ini. 



Monday, April 20, 2015

Upgraded

Kemarin malam saya bersama suami membuat data penerimaan murid baru TK Pelangi. Sebagian murid yang udah membeli formulir pendaftaran udah mulai mengembalikan formulir yang udah dilengkapi dengan syarat-syarat yang kami tentukan. Membaca isian formulir murid-murid baru ini kadang bikin saya dan suami gak bisa menahan tawa. Misalnya di kolom yang udah kami beri penjelasan untuk melingkari pilihan yang ada, tapi masih ada beberapa orangtua yang mencoret, mencentang, ya mungkin kebetulan lagi gak teliti aja bacanya. Terus ada juga yang formulirnya banyak banget coretannya, ini ngisi formulir apa nulis surat cinta sih salah-salah mulu hahaha..

Ada perasaan iba ketika membaca kolom pekerjaan dan penghasilan per bulan dari sebagian orangtua murid saya. Beberapa waktu yang lalu salah seorang ibu yang mendaftarkan anaknya nanya sama saya kalo mendaftar di gelombang I ini apakah ada diskon.. Saya bilang ke beliau kalau biaya yang tertulis di brosur itu adalah biaya gelombang I yang lebih rendah, nanti gelombang II biayanya akan lebih tinggi. Beliau senyum-senyum saja mendengar jawaban saya. Tapi setelah membaca isian formulir yang udah mereka kembalikan, saya jadi sadar kalo biaya "segitu" itu ternyata emang cukup besar untuk mereka dibanding dengan penghasilan per bulan sang Ayah.

Saya sendiri udah mulai bisa ngerasain dilema ketika saya tau ada beberapa orangtua yang gak mampu membayar SPP sementara anaknya masih bersemangat untuk bersekolah. Saya berusaha bersikap fleksibel dan berusaha untuk bisa menyampaikan ke yayasan tentang kesulitan keuangan yang dialami oleh beberapa orangtua murid. Dan syukur alhamdulillah Ibu dan Bapak Mertua saya mau mengerti juga dengan kondisi mereka dan berniat membebaskan seluruh biaya pendidikan yang dibebankan selama ini.

Melihat semangat belajar murid-murid saya, gak tega rasanya kalau harus bersikap "kejam" seperti mengeluarkan murid dari sekolah hanya karena "gak mampu" membayar SPP. Dan menjadikan seorang anak kehilangan haknya untuk belajar dan bermain di Taman Kanak-Kanak. Mengurus lembaga pendidikan memang gak bisa disamakan dengan menjalankan usaha di bidang kuliner atau bidang yang lain. InshaAllah, menjalankan sebuah sekolah adalah salah satu jalan yang Allah berikan untuk kami jadikan ladang ibadah dan mencari pahala melalui mengajar dan berbagi ilmu kepada murid-murid kami dengan sepenuh hati. Dan untuk suami dan orangtuanya yang sangat berhati mulia juga, semoga Allah menjadikan keikhlasan dan amalan mereka tercatat sebagai amal saleh kelak di akhirat. Aamiin..

Sebagian foto-foto kegiatan TK Pelangi

 Asal ngumpul ya foto-foto, makan-makan #cewe eh #ibu2
Kegiatan membuat kolase panda pelangi [mentang-mentang TK Pelangi]
Kepala Sekolah TK Pelangi [clearing throat]


Sunday, March 01, 2015

To have a job

Satu hal yang paling saya syukuri saat ini pastinya adalah pekerjaan baru saya sebagai "Guru TK". Walaupun sempet nervous di awal-awal, karena "mengajar" adalah benar-benar hal baru bagi saya. Tapi sekarang saya udah enjoy kalo lagi di depan murid-murid saya. Karena basically saya orangnya emang sangat ekspresif [baca: gak punya malu hahaha]. Ekspresif bisa dibilang memang kunci untuk berhadapan dengan anak-anak. Dan ekspresif is "my thing". Jadi, belum bisa ngajar tapi ekspresif, itu udah sangat membantu untuk bisa mendapatkan perhatian anak-anak.

Hari Rabu lalu, saya mengikuti Pelatihan Teknik Merangkai Gerak-Lagu, dan Animal Dance untuk guru-guru TK seBalikpapan yang digelar di Aula Rumah Dinas Wawali Balikpapan di Klandasan. Di pelatihan kali ini kami diberi arahan oleh instruktur tentang bagaimana merangkai gerakan-gerakan senam yang sesuai untuk anak-anak. Selain merangkai gerakan-gerakan senam, materi yang disampaikan juga mengenai teknik dasar membuat lagu anak untuk senam, merangkai gerak-lagu, dan tarian termasuk tarian satwa yang menjadi salah satu materi utama. Di akhir acara, kami diberi tantangan untuk menciptakan satu tarian atau rangkaian gerakan senam yang kemudian ditampilkan secara berkelompok di panggung. Tapi sayang, saya gak mengikuti acara ini sampai selesai, karena hari itu Alif sakit di rumah. "Lagi asyik ikut pelatihan senam, tapi anak sakit di rumah, di situ saya kadang sedih..." hahaha

Saya dan Bu Syamsiah dari TK Pelangi


TK Pelangi dan TK Srikandi, TK kami satu gugus dan bertetangga di Perum Renosari Sepinggan

Foto bareng Bu Kepsek TKIT Istiqamah Klandasan

Seminggu yang lalu tanggal 22 Februari, saya juga menemani murid-murid saya mengikuti lomba mewarnai di Bandara Sepinggan dalam rangka HUT Balikpapan 118 dan merayakan Tahun Baru Imlek.
Tetep, narsis dan eksis whenever wherever hehehe
Yang berbaju oranye-kuning anak-anak TK pelangi
Naomi, satu-satunya dari TK Pelangi yang ikut jadi Juara Harapan II, foto bareng Bu Ira
Saya dan murid-murid saya, kompakan kalo diajakin selfie hehehe
almost everyday work wears look :D


Sunday, February 15, 2015

Eksis di Arena Outbound

Kalo biasanya yang outbound anak-anaknya, kali ini luar biasa, bunda-bundanya yang mengikuti kegiatan outbound. Kemarin, guru-guru TK dari wilayah PKG Balikpapan Selatan mengikuti kegiatan outbound di Pantai Indah Angkasa milik AURI di Sepinggan. Selain untuk refreshing, kegiatan outbound ini juga bertujuan menjalin kerjasama di antara guru-guru TK terutama yang berada di satu wilayah PKG Balikpapan Selatan.


Walaupun melelahkan, kegiatan outbound ini cukup menyenangkan. Saya nambah teman baru dan asyik seru-seruan sama mereka :)
Kami dibagi menjadi beberapa tim untuk mengikuti beberapa permainan. Ini tim kami "kakap cantiiiik" hehehe
Sama Bu Ira, dari TK Pelangi
Beberapa permainan yang sempet saya jepret

tongsis attacked ala bunda-bunda
Pantai AURI ini lumayan keren, kapan-kapan pengen bawa Alif ke sini main-main skuter mini ato naik atv :)


Friday, January 16, 2015

Join the club

Saya baru sebulan terjun di TK Pelangi, dan pastinya banyak hal baru yang harus saya pelajari. Menjalankan sebuah lembaga pendidikan setingkat PAUD sekalipun ternyata tidaklah sesimpel yang saya bayangin. Banyak hal seperti sistem kelembagaan, metode pembelajaran, sarana dan fasilitas penunjang untuk kesuksesan pendidikan yang harus saya ketahui dan harus terus diperbaiki.

Saya bersyukur banget bisa mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013 PAUD yang diadakan oleh IGTKI kota Balikpapan selama dua hari kemarin dan hari ini. Materi-materi yang diberikan benar-benar menarik dan sangat sesuai untuk anak-anak dan saya pengen menerapkannya di TK Pelangi untuk tahun ajaran baru 2015 nanti. Selama ini TK Pelangi masih menggunakan kurikulum 2006. Dengan pelatihan yang cukup, kurikulum PAUD tematik integratif dan saintifik dan bermain kreatif, pada dasarnya lebih mudah diterapkan dan lebih mengena ke anak-anak.

Di hari kedua ini kami praktek membuat media gelaran sentra bermain kreatif. Para peserta diharuskan mencari kelompok yang berasal dari TK lain agar membaur dan mengenal guru-guru dari TK dan PAUD lain di seluruh Balikpapan. Saya satu kelompok dengan guru-guru dari PLB lembaga pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang berlokasi di Ringroad dan guru dari TK Tunas Bangsa KM 18 Karang Joang [wakwauuu jauhnya pang]. Saya sedikit bicara banyak ngantuk, yang kerja keras guru dari TK Tunas Bangsa aja si bikin big book sebuah buku pintar yang berisi satu konsep pembelajaran yang kemudian dikembangkan dengan berbagai cara pembelajaran. Gak mudeng ya? sama.

Dari bekerja kelompok hari ini, saya mendapat teman-teman baru, orang-orang luar biasa yang benar-benar mendedikasikan hidup mereka untuk pendidikan anak usia dini. Banyak hal positif yang saya peroleh dari obrolan dengan guru-guru kece tadi. Selain mendengarkan pengalaman mengajar yang amazing, pengalaman menghadapi berbagai macam karakter anak apalagi anak-anak berkebutuhan khusus, saya juga mendapat informasi tentang beasiswa S1 linear PAUD untuk guru TK atau PAUD, dan informasi tentang cara-cara untuk mendapatkan sertifikat profesi guru PAUD.

Untuk saya sendiri, berada di dunia pendidikan anak usia dini ini pastinya karena Allah yang menempatkan saya di sini. Dan kesempatan yang Allah berikan kepada saya tidak akan saya sia-siakan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pendidik yang profesional demi memaksimalkan potensi, bakat dan kecerdasan murid-murid di TK Pelangi dan terutama saya ingin ke depannya TK Pelangi bisa lebih berkembang lagi, murid-muridnya bisa tambah banyak, bisa membuka lapangan  pekerjaan lagi dan pastinya bisa mewujudkan kepengenan mertua, TK Pelangi berkembang dan menjadi lembaga PAUD yang lebih bonafid nantinya. Semoga Allah selalu memberkahi, merahmati dan melancarkan usaha kita semua aamiin. 


Basically, anak usia dini belajar melalui bermain

Harus ekspresif, guru-guru lagi menirukan dance gummy bear untuk membakar semangat [omigod]

Membuat big book, dengan tema buah-buahan [Alip pulang sekolah saya bawa ke TKP]


Efek kebanyakan kamera, jadi fokusnya ke mana-mana hehe

Yang megang kipas paling fabulous adalah Bu Yuliani Nurani gelarnya banyak saya inget belakangnya doang Kusumo wkwkwkk [penggemar warkop dki pst mudeng], beliau adalah penulis beberapa buku tentang pendidikan anak usia dini dan profesor PAUD di Universitas Negeri Jakarta.. Alhamdulillah for today Ya Allah :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...