Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Thursday, February 18, 2016

A Memory To Look Back On: 12th Grade

Dear Diary,
Hari ini hari ini pertama aku di kelas III, kelas III Bahasa. Kelas yang bagi sebagian anak dianggap kelas buangan karena nilai mereka gak cukup untuk diterima di IPA atau IPS. Tapi bagi sebagian yang lain termasuk aku (maaf diary, aku menyombong dikit), kelas Bahasa adalah kelas pelarian karena kami malas untuk terlalu serius belajar di kelas IPA. Kamu tau kan aku sebenarnya masuk di kelas IPA, ada beberapa alasan kenapa aku memilih lari ke Bahasa. Tapi aku lagi gak pengen bahas soal itu.

Ada yang berbeda hari ini dari yang selalu aku rasain selama 2 tahun sekolah di sini. Untuk pertama kalinya aku gak merasa canggung dan kikuk lagi saat harus berjalan di koridor menuju kantin dan toilet. Gak merasa canggung diliatin kakak kelas. Walopun aku tau, gak ada satupun kakak kelas yang merhatiin aku tapi entahlah, selalu ada rasa gak nyaman di hati tiap harus jalan di koridor dengan keberadaan kakak kelas di sana. Koridor itu seperti lorong yang tak berujung dengan perasaan bahwa ada mata yang memperhatikan kita.

Dear diary,
Yang paling nyenengin jadi anak kelas III adalah saat sampai di kompleks kelas I dan ada adik-adik kelas yang nyapa, kamu tau apa yang aku rasain tadi siang pas aku disapa sama Aya atau Ita pas pagi ketemu di gerbang. "WOOOOO aku dikenal." Aku gak cukup kriteria untuk bisa bilang "aku terkenal", menjadi seseorang yang "dikenal" aja rasanya uda lebih dari yang aku pengenin selama ini. Rasanya hatiku meledak tadi siang.

Selama jadi adik kelas, kelas I atau pas uda kelas II sekalipun, aku gak pernah kenal kakak kelas, satupun. Kalaupun ada kakak kelas yang aku kenal, aku yakin, mereka gak kenal balik sama aku. Sedih kan? Tapi itu kenyataan di sekolah. Rasanya untuk bisa kenal kakak kelas, aku gak bakal bisa memenuhi persyaratan yang aku tentukan sendiri. Aku gak punya apapun untuk bisa cukup percaya diri mengenal "kakak kelas yang agung". Tapi, hari ini, menjadi kakak kelas III, untuk pertama kalinya, aku merasa super superior.

Dear diary,
Di kelas tadi aku duduk sendiri di bangku ke dua dari belakang. Gak banyak yang aku kenal di kelas baru ini. Teman-teman dari kelas II C banyak yang di IPA dan IPS. Tapi sukur deh di depanku ada si Topan. Walopun belum pernah satu kelas sama Topan, tapi aku udah pernah beberapa kali ngobrol sama dia sebelumnya pas masih kelas II. Setidaknya dia mau ngajak aku ngobrol. Jadi gak terlalu merasa kesepian. Aku belum sembuh Diary. Patah hati beberapa bulan yang lalu belum bener-bener pulih. Aku masih sedih kalo inget dia. Aku uda gak pernah ketemu lagi sama dia diary. Di kelas baru ini pun, dengan teman-teman baru dan suasana baru, tapi belum bisa bikin aku teralihkan dari mikirin dia.Uuuuu pengen nangis lagi kan.

Aku tidur dulu ya diary. gak sabar nunggu besok. Moga-moga besok ada lagi adik kelas yang nyapa aku.
Keinginan yang paling sederhana kan Ya Allah. Terima kasih Ya Allah untuk hari pertama di kelas III yang menyenangkan hari ini. 



Sunday, May 25, 2014

the smaller circle

Suami saya mengambil cuti 2 minggu untuk merawat saya selama saya sakit beberapa waktu lalu. Suami saya mendadak menjadi "semuanya" ketika saya sakit. Mulai dari ngurusin anak, ngurusin cucian, masak dll dll.. Subhanallah, saya merasa sangat beruntung dan bangga pada suami saya. Pengalaman dirawat di rumah sakit kemarin adalah yang pertama kalinya untuk saya. Pertama kali diopname dan pertama kalinya merasakan ditusuk jarum infus, soal ditusuk-tusuk jarum, they're not that bad ternyata. Gak sesakit yang saya takutkan, biasa aja hehe.

Alhamdulillah, saat ini saya udah merasa jauh lebih sehat. Tapi masih tetap terapi dengan beberapa macam suplemen dan untuk mengurangi dehidrasi saya masih minum pocari sweat (sekalian modus malas minum air putih). Saya udah kembali beraktifitas. Saya udah merasa menjadi diri saya lagi dengan segala macam kesibukan saya.

Ada sesuatu yang berbeda sekarang tentang diri saya. I keep my circle small. Saya pernah bilang, kehidupan saya di Balikpapan ini terlalu crowded. Saya pengen ke Malang untuk berlibur dan menenangkan diri #eeaaak. Tapi karena saya belum bisa pulang ke Malang, mungkin kehidupan yang terlalu crowded ini yang harus saya ubah. Mungkin tidak merubah secara keseluruhan tapi ada beberapa hal yang tidak sesering dulu saya lakukan, I unplugged myself to do my priority. Salah satu hal yang saya tidak lagi saya lakukan adalah get my nose buried of my smartphones. Yup, ngurang2in ol yang gak terlalu penting. Ngurang2in narsis di socmed. Socmed weighing me down sometimes, kehidupan nyata aja udah sangat kompleks, belum lagi pertemanan dengan teman lama atau teman baru di socmed yang bisa nambah2in pikiran. Mungkin beberapa orang bisa jauh lebih bijaksana dalam bersosialisasi di socmed, tapi saya mungkin bukan salah satu orang yang beruntung pintar dalam berteman di socmed.

Gak cuma di socmed yang mulai saya batasi. Saya merasa jauh lebih baik tidak terlibat dengan terlalu banyak orang. Saya senang dan bahagia dengan the smaller circle milik saya. Gak terlalu pengen tau tentang apapun yang gak berkaitan dengan saya. Dan saya juga gak ngerasa perlu melakukan pengumuman ke teman-teman tentang apapun tentang saya selama itu juga gak terlalu berkaitan dengan mereka.

I don't shut my friends out of my life, I don't cut people. Saya hanya sedang pengen melakukan hal-hal untuk diri saya sendiri dan keluarga kecil saya. Saya gak benar-benar menarik diri dari pergaulan, hanya mengurangi, membatasi dan keep my circle small.

Barusan kakak saya sms, "otw juanda". Yup, Ibu, kakak dan krucil-krucil keponakan saya sedang dalam perjalanan ke Balikpapan. Karena saya belum bisa pulang ke Malang, Ibu saya memutuskan untuk mengunjungi saya di Balikpapan. For the first time in foreveeeerr akhirnya mereka ke Balikpapan juga. Jalan-jalan ke Balikpapan ini memang spontaneous, karena saya sakit kemarin dan saya pastinya gak bisa pulang ke Malang dulu, saya nyeletuk ke Ibu saya, "Ibu aja ke sini" ternyata ditanggapin serius dan langsung saya belikan tiket pesawat beberapa hari lalu.

Ya Allah, lancarkan perjalanan keluarga saya, dan lindungilah mereka.. Saya gak sabar pengen jemput mereka di bandara, dan Alif juga udah super excited dari beberapa hari lalu karena sepupunya pada mau datang. Selamat berhari minggu dan hope your day is wonderful xo

sehat lagi, narsis lagi huehehehe


Saturday, March 15, 2014

new path in life

credit
Pernah membayangkan bagaimana seandainya kita tinggal di tempat lain, menjalankan kehidupan yang berbeda dengan yang saat ini kita jalani? Perasaan seperti itu yang belakangan sering saya rasakan. Ingin memulai sesuatu yang baru.  Ingin melakukan perubahan untuk menjadi manusia yang lebih baik, melakukan sesuatu yang saya yakini. Sesuatu yang pada akhirnya akan membuat saya bahagia bukan menyesal.

Kehidupan yang saya jalani saat ini mungkin bukanlah kehidupan ideal yang saya inginkan, tapi apa yang Allah telah berikan kepada saya adalah yang terbaik yang Allah telah tetapkan untuk saya, harus saya syukuri. Karena sebesar apapun masalah dalam kehidupan kita, kalo kita bandingkan dengan nikmat yang Allah berikan, masalah-masalah itu gak ada artinya.

Maksud saya, bukannya saya gak menganggap masalah itu bukan masalah, tapi saya berusaha menikmati apapun yang terjadi dalam kehidupan saya. Apa yang sudah terjadi adalah ketetapan Allah. Manusia gak bisa merubah apapun yang Allah telah tetapkan, baik atau buruk menurut kita, kita hanya bisa menerima dan mencari hikmah dan belajar menjadi manusia yang lebih baik dari masalah yang kita hadapi. Walaupun kadang jawaban yang kita cari pun kita gak bisa kita temukan.

Mungkin ini yang sedang saya alami saat ini. I feel lost Ya Allah.. Saya gak tau apa yang ingin saya lakukan. Saya gak tau untuk apa saya di sini melakukan apa yang saya lakukan. Saya seperti berada di tengah-tengah persimpangan path of my life, dan saya gak tau ke arah mana saya harus melanjutkan perjalanan kehidupan saya.

It's time to find a different path through your life gal! Yup, sepertinya itu yang harus saya lakukan saat ini. Memulai lagi sesuatu yang baru. Tapi lagi-lagi ketika saya sudah meyakinkan diri saya untuk melangkah menuju arah yang berbeda, saya kembali ragu. "What if" feeling yang sangat mengganggu. "What if" yang membuat saya tepatak lagi di persimpangan, menjalankan kehidupan yang saya jalankan. Karena kalau bukan kehidupan yang ini yang saya jalankan, kehidupan yang mana lagi yang saya punya.

Saya takut memilih arah yang salah. Saya takut nantinya saya akan menyesal. Bagaimana kalau the different path yang saya pilih juga tidak membuat saya bahagia. What if, what if, what if...

Pasrah

Saya tau, there's no such thing "happily ever after". Setiap perjalanan kehidupan seseorang pasti akan menemukan masalah, ujian, cobaan, airmata, frustrasi, dafuq feelings. Bahkan ketika kita sudah menentukan pilihan yang kita yakini yang terbaik untuk kita, untuk semua. Masalah pasti akan selalu ada. Saya selalu meyakinkan diri saya sendiri bahwa hidup adalah pembelajaran untuk kita selalu mengimprovisasi diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik untuk manusia lainnya dan untuk Tuhan pastinya.

Kehidupan ini penuh dengan kesempatan-kesempatan. Ketika saya membayangkan keadaan ideal untuk saya seandainya saya telah menentukan satu pilihan tertentu, semangat saya muncul. Saya bahkan sudah memikirkan rencana-rencana yang akan saya lakukan nanti. Tapi hal lain yang harus saya yakini juga adalah there's just no way everything is going to happen as it planned in life. Pilihan apapun yang akan kita ambil nantinya pasti akan kepentok di suatu hal, yang kita gak akan pernah tau apa dan bagaimana.

Saya gak mau over think over things lagi. Saya harus tegas menentukan which path yang akan saya pilih. Dan berusaha melakukan yang terbaik untuk semua. Melakukan bagian saya semaksimal mungkin, hasilnya bagaimana, itu urusan Allah. Bagi saya kehidupan saya yang "like riding a roller coaster" belakangan ini adalah anugerah yang harus dinikmati. Dan memang, saya sangat menikmati setiap bahagia dan sedih dalam hidup saya. Saya gak tau Allah akan membawa saya ke mana nantinya. Saat ini saya hanya butuh satu keberanian untuk memilih dan melangkah di path yang baru. Dan kemudian menikmati lagi semua proses yang ada di dalamnya. eeaaa


Wednesday, February 19, 2014

Apa yang penting?

Saya sedang berbaring dengan bb di tangan, menahan sakit dan nyeri sambil buka twitter melihat-lihat foto lucu, quotes lucu, berharap bisa menghibur dan mengurangi sedikit sakit saya. Sampai saya melihat tweet dari @googlepics yang sekarang ganti nama jadi H U M A N I T Y, ada satu foto yang membuat saya sangat tersentuh #eeaaa (bahasa baku tingkat dewa hahaha) seorang istri yang sedang menggendong suaminya yang seorang prajurit, yang kehilangan kedua kakinya saat bertugas. Subhanallah bangetlah ngeliat  foto itu.

Saya jadi ingat sama seorang pelanggan di warung saya, kami biasa memanggil beliau Bu Cas, saya gak tau nama panjangnya siapa, saya cuma tau semua orang manggil begitu, jadi saya ikut aja manggil dia Bu Cas. Bu Cas ini umurnya mungkin hampir 60 tahun, suaminya lebih tua 12 tahun menurut cerita beliau. Mereka berdua tidak dikaruniai anak, dan tidak juga mengangkat anak untuk mereka rawat. Jadi sampai sekarang mereka hanya tinggal berdua. Suami Bu Cas ini udah hampir 8 tahun kehilangan penglihatannya karena diabetes.Selain kehilangan penglihatannya, suami beliau juga sudah mulai tidak kuat untuk melakukan aktivitas yang berat, gak lumpuh sih sebenarnya cuman udah gak terlalu kuat ngapa-ngapain. Jadi seringnya kalo pagi cuma dudukan di teras rumahnya.

Suatu hari Bu Cas mampir ke warung saya, pake baju bagus gak seperti biasanya yang cuma pake daster batik gombor pake sandal jepit. Hari itu Bu Cas tampil beda, saya iseng nanya beliau dari mana, dia bilang abis ngambil duit pensiun di kantor pos. Saya nanya lagi, kalo pergi-pergi gitu sama Bapakkah bu? Bu Cas bilang biasanya suaminya selalu ikut. Asal kuat jalan biasanya suaminya ikut dan sepanjang jalan Bu Cas menuntun suaminya. Tapi belakangan Bapak udah sering keletihan kalo jalan, terpaksa deh gak bisa ikut. Padahal Bu Cas lebih senang kalo suaminya ikut nemenin beliau ke mana-mana walaupun harus menuntun sang suami yang udah gak bisa melihat.

Subhanallah ya, dan hal lain yang membuat saya amazed adalah saat Bu Cas bercerita tentang sang suami yang sangat menyayangi beliau ketika sang suami masih sehat. Bu Cas dulu jarang banget nyuci baju, beres-beres rumah atau mengerjakan pekerjaan rumahtangga lainnya. Sang suami biasanya gak membolehkan istri yang sangat dicintainya itu kecapean. Padahal mereka juga gak mempunyai anak untuk diurus oleh Bu Cas. Dan menurut Bu Cas, beliau mulai mencuci baju, beres-beres rumah setelah sang suami kehilangan penglihatannya. Sampai sebelum sang suami kehilangan penglihatan, masih suami beliaulah yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumahtangga.

Saya gak bisa ngebayangin seandainya hal semacam itu menimpa diri saya sendiri. Seseorang yang selama ini menjadi tumpuan dan sandaran kita harus kehilangan sesuatu atau ditimpa suatu musibah dan berbalik menjadi orang yang sangat bergantung pada kita. Atau sebaliknya. Apakah kita bisa menjadi seperti orang-orang hebat itu. Tetap mendampingi mereka saat mereka benar-benar membutuhkan kita padahal kita bisa saja memilih untuk menyerah, meninggalkan mereka dan memulai hidup baru mungkin. Saat kesetiaan dan keimanan kita tengah diuji. Untuk ujian yang satu ini nilai saya E kayaknya hahahaha.

Anyway saya gak mau menyesali sesuatu. Saya pengen selama saya bisa mendampingi orang-orang yang saya sayangi, selama saya masih bisa melakukan sesuatu untuk mereka, saya akan lakukan. Selama ini mungkin saya kurang menghargai kesempatan yang masih diberikan Allah kepada saya untuk membahagiakan oarang-orang yang saya sayangi. Saya terlalu asyik dengan kesenangan saya sendiri. I feel so blessed, memiliki seseorang yang sangat menyayangi saya, anak yang sehat walaupun mucil. Saya gak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatan yang masih diberikan kepada saya ini untuk memberikan apapun yang saya miliki untuk mereka (mbulet hahaha).

Saat ini saya sedang sakit, dan saya gak bisa melakukan semuanya sendiri. Alhamdulillah, walaupun cape-cape pulang kerja tapi Papa Alif masih menyempatkan untuk ngerawatin saya. Makasi ya Papa.. Alhamdulillah untuk orang-orang yang menyayangi saya Ya Allah. to be continued....



Sunday, January 26, 2014

paused

I'm just sitting here as tired and stressed as I can be, di depan dashboard blogger saya, membaca beberapa postingan teman-teman dari KEB, dan wooow, membaca tulisan mereka benar-benar membuat saya sedikit cemburu. Betapa ternyata saya telah kehilangan sedikit dari diri saya, yaitu menulis, dan narsis. More narsis less nulis sih biasanya huehehehe. Ya apapun itulah, kangen banget jalan-jalan, makan-makan dan menceritakannya di sini.

Ada banyak kejadian belakangan ini, yang cukup menyita energi dan pikiran, dan at this point in the game I'm so done. Hari ini adalah hari terakhir libur sepekan saya, bukan libur akhir pekan lagi kisahnya. Besok semua akan kembali normal, atau mencoba membuat semua kembali senormal mungkin. 4 hari off warung obama, saya menenangkan diri, rileks di rumah, it was like some down time sebelum kembali ke "work hard as hell time" mulai besok.

Saya udah sangat siap untuk kembali beraktivitas besok. Kangen dengan kesibukan saya di warung saya, kangen tiap pagi kerja sambil becandaan dengan teman-teman saya. Kangen pelanggan-pelanggan. Kangen kehidupan saya kembali. Pengennya si semua bisa saya tangani dan tetap ada waktu untuk blogging dan menulis sesuatu di sini. Tapi ya, kadang kita gak bisa mendapatkan semuanya, harus ada yang dikorbankan untuk meraih sesuatu.

Hope your last week of January is going to be awesome..




Random phone photos lately


Friday, October 25, 2013

Grateful.. I love October

Alhamdulillah, saya sangat mencintai pekerjaan baru saya. Menjalankan sebuah warung makan is fun and exciting. Warung Obama, sebelum saya yang megang emang udah cukup dikenal di sekitar "situ" hahaha. Di sepanjang Batakan cukup banyak warung makan bertebaran, tapi Alhamdulillah "obama" cukup dikenal. Dan yang lebih menyenangkan lagi, saya kecipratan dikenal oleh karyawan-karyawan perusahaan yang bahkan belum pernah makan di tempat saya pun, udah tau nama saya duluan, WOOOW hahaha.


Wednesday, July 31, 2013

It's ok

Tiga hari ini sedikit depressing buat saya. Akhir bulan adalah hari-hari sibuk, bayar sana-sini. Dan kalo ada hal lain yang menyita pikiran saya dan saya gak fokus, hal yang tidak saya harapkan bisa terjadi. Hari Senin lalu, saya kehilangan kartu atm dan kartu kredit saya di Mall Balcony, tapi alhamdulillah, Allah masih melindungi saya, atm dan kartu kredit saya yang terjatuh ditemukan sama satpam, dan pas saya celingukan mencari, satpam yang baik tadi menanyakan apa saya mencari atm. Dan parahnya, saya tadinya tidak tahu kalo yang terjatuh gak cuma kartu atm, tapi juga kartu kredit. Pas pak satpamnya menunjukkan kartu kredit bii visa, saya bilang itu bukan yang saya cari. Yang saya cari adalah kartu atm, dan begitu dia menunjukkan atm, langsung saya cek tandatangan di bagian belakangnya, alhamdulillah, itu adalah kartu atm saya.

Tadinya saya udah mau buru-buru pergi. Tapi pak satpamnya masih membahas kartu "atm" yang satu lagi yang dia temukan bersama kartu atm saya. Pas pak satpamnya menunjukkan kartu yang satunya untuk kedua kalinya, saya baru "ngeh" itu kayak kartu kredit bii visa saya. Dan ternyata benar, ada nama saya. Subhanallah.. Selama ini memang kartu kredit bii yang visa belum pernah saya pakai. Saya selalu menggunakan yang mastercard, makanya saya gak terlalu perhatikan kartu kredit saya yang itu. Subhanallah, alhamdulillah saya sangat berterimakasih sama pak satpam yang udah nemuin dan mengamankan kartu atm dan cc saya.

Tapi ujian atau teguran atau apalah dari Allah masih belum berakhir, sore harinya Alif jatuh dari sepeda. Rumah kami berada di jalanan menurun, entah gimana Alif tergelincir pada saat ngobrol sambil menaiki sepedanya di depan rumah. Menurut Alif, dia gak bermaksud untuk turun dengan menaiki sepeda, dia telingsir katanya. Dan memang saya udah berpesan untuk bermain sepeda di bawah aja. Gak usah naik-naik. Dan yang membuat saya merasa sangat gak enak ati adalah, pada saat Alif jatuh, saya lagi gak di rumah. Ada eyangkung-nya di rumah. Jadi saya merasa cukup aman meninggalkan Alif bermain dengan teman-temannya. Tapi syukurlah luka Alif gak terlalu parah. Pas saya datang, dan diberi tahu Nabil, kalo Alif jatuh naik sepeda dari atas, saya udah membayangkan yang ngeri2 dan takut Alif kenapa-napa.


Sunday, December 30, 2012

odol

Saya adalah orang yang alhamdulillah ya, gak nyaman kalo tidur belum gosok gigi. Dan seperti biasanya, saya baru saja selesai menyikat gigi, setelah makan semangkok bakwan malang yang dibeliin suami di belakang toko Utama tadi. Ada sesuatu yang sedikit mengganggu pikiran saya barusan di kamar mandi. Tadi odol Cl*se up saya tidak berada di keranjang shampo, di mana saya biasa meletakkannya. Odol saya tadi ada di keranjang sikat gigi mertua saya. Mungkin Papanya Alif yang naruh di situ. Gak sengaja, saya memperhatikan odol mertua saya Pepsodent Herbal, dalam pikiran saya "tumben bapak ganti odol, biasanya yang merah."

Tapi pikiran tentang penggantian odol ini tidak berhenti di situ. Saya jadi memperhatikan odol saya sendiri. Close up ijo, yang ukurannya paling besar, saya lupa eh, mungkin 160gr. Saya langsung merasa tersadar, MasyaAllah, saya sendiri sekarang gak mau sikat gigi kalo gak pake odol close up yang ijo, dan saya beli gak pernah yang kecil.

Saya ingat tahun 2010, ketika saya ikut suami merantau di Tanjung Tabalong. Suami saya diterima kerja di salah satu kontraktor tambang batu bara di sana. Di sana, kami menyewa sebuah rumah kontrakan yang Alhamdulillah, cukup terlihat sebagai rumah, walaupun gak besar, dengan dua kamar, dapur dan kamar mandi. Itu sudah sangat cukup untuk kami bertiga.

Ada hal yang seharusnya saya tetap syukuri, tapi sebagai manusia biasanya, kadang cemburu itu muncul begitu saja di hati saya. Di beberapa perusahaan lain, karyawan yang berasal dari luar kota, dan sudah memiliki keluarga, mendapatkan uang tunjangan perumahan, ya walaupun belum cukup kalo untuk nyicil rumah, tapi pastinya sudah lumayan banget untuk biaya sewa rumah. Yang waktu itu berkisar antara 650ribu sampai 1,5jt per bulan di sana.

Dengan tanpa bantuan tunjangan perumahan, pastinya beban hidup kami di sana, terasa agak berat. Dan hal itu benar-benar menguji saya, saya harus benar-benar memperhitungkan semua pengeluaran selama sebulan. Dan alhamdulillah lagi, di Tanjung tidak ada mall, saya gak bisa bayangin seandainya ada hantu yang satu itu. Mungkin rencana pulang ke Malang pada Idul Adha 2010, tidak akan kesampaian, karena duit saya habis untuk jalan di mall.

Salah satu kebutuhan pokok yang harus ada pastinya adalah odol. Saya ingat betul, saya dulu suka banget odol Formula, selain variannya yang banyak, harganya paling murah dibanding yang lain, dan odol formula ini selalu berhadiah sikat gigi. Bahkan sampai sekarang mungkin. Dulu, kalo saya mulai bosan dengan rasa odol formula yang saya pakai, di pembelian odol berikutnya, saya akan ganti dengan varian yang berbeda. Tapi tetap odol formula. Karena memang beda varian, rasanya juga sedikit berbeda. Sedikit, gak banyak.

Tahun 2011, Alhamdulillah, suami saya diterima di salah satu perusahaan asing di Balikpapan. Itu artinya, saya akan kembali tinggal di rumah mertua, dengan full tunjangan, rumah, listrik, air, makan, bahkan deterjen mungkin, kalo saya terlambat beli, dan keduluan mertua yang beli. Subhanallah..

Tinggal sama mertua, bantuin beliau di usaha warung makan yang Alhamdulillah cukup ramai. Dengan suami bekerja di perusahaan asing, dan dengan peningkatan penghasilan, entah kenapa odol formula jadi terasa kurang segar di mulut saya. Saya pengen odol dengan kesegaran ekstra, seperti yang saya lihat di iklan. Jadilah, saya mulai berpindah ke lain hati pakai odol yang lebih segar menurut saya, dengan harga beberapa ribu lebih mahal, dan yang gak lagi saya peduliin adalah, odol saya yang baru ini tidak berhadiah. Tapi apalah artinya sebuah sikat gigi, saya bisa aja membelinya, pikir saya.

Astaghfirullah, saya tiba-tiba tersadar, bukan odol formula yang sekarang jadi kurang segar, tapi sayalah yang berubah jadi orang yang sombong. Entahlah, saya merasa begitu. Saya merasa saya sudah tidak perlu harus berhemat-hemat saat belanja, saya bisa aja beli odol atau apapun sekarang. Tapi syukurlah kalau saya menyadarinya sekarang. Saya takut, bahwa saya mengganti odol yang saya pakai karena ada bibit kesombongan dalam hati saya. Astaghfirullah, saya tidak mau Ya Allah. Hilangkan bibit kesombongan dari hati saya Ya Allah. Saya merasa mendapatkan sebuah pelajaran hidup dari odol saya barusan.


Wednesday, November 07, 2012

wake up music and a grateful heart

Hari Rabu adalah hari olahraga untuk Alif. Dan itu biasanya membuat saya sedikit santai di pagi hari. Karena menurut saya, terlambat pas anak-anak masih di lapangan itu "boleh" dan gak tabu. Hehe. Dan kesantaian saya pagi ini, membuat saya gak sengaja nemu film bagus di HBO pagi tadi, Tenacious D in the pick of destiny. Film lama si, tapi saya dan suami saya belum pernah tahu. Bagus banget, full musik metal, dan gak tau gimana, membuat saya bersemangat sekali pagi ini. Music, not so special for some people, but I couldn't think of a better way to raise the mood and start the day.

my favorite part of the movie, thanks youtube


And what I am really thankful for today..
Photobucket
Character cookies of Musa's birthday//this scene//thanks to my friends for the window shopping days, everyday//dan akhirnya kesampean mampir ke sini, sering ke Plasa Kebun Sayur, tapi saya belum pernah ke Pasar Inpres-nya *cape deh* padahal tinggal nyeberang//
Photobucket
And I'm super thankful for these amazing moms.

Friday, July 06, 2012

on being busy

Photobucket
Oh my, I've been ignoring my camera lately. I love photographing my daily life and I didn't mean to be on break from blogging. Saya sibuk banget membungkus nasi pecel, ngurusin Alif, ngurusin suami dan blah blah blah banyak banget yang saya urusin.. dan malam, I'm just too tired to be sitting in front of my computer and editing photos I snapped. And I never expected to be this busy on this holiday. Dan di sela waktu senggang saya yang sangat sedikit, just a quick update, only a few minutes to actually keep my blog alive. I'm still taking my camera with me everywhere. So, I'll take photos again, enjoy Balikpapan like a tourist just like I did before. Have a wonderful holiday, Folks! xo [img src]


Saturday, June 30, 2012

new girl baby

Beberapa hari yang lalu saya dan temen-temen nengokin Mama Ella yang baru saja melahirkan. You guys, babies are always amazing. And I was kinda in awe of them anytime I saw babies. But yesterday was a bit different, pas kami baru datang, si baby lagi poop, and I had kinda weird feeling seeing that. It's like I'm not ready for another baby to come yet. And I don't know what I'm going to do with this new baby if something happened.

Mungkin saya udah keasyikan anak saya udah besar. He's growing more independent now. Saya udah gak pernah bangun tengah malam, udah gak ngejar-ngejar kalo dia suka lari-lari ke sana sini. Mungkin 2 tahun lagi, saya mulai merencanakan untuk punya bayi lagi.

Buat Mama Ella, congratulation for the arrival of your baby girl. Jadi anak solehah ya Aira.. Amiin..

PhotobucketPhotobucketPhotobucket
What I wore: saya sama Mama Dzaki kayak kue lemper. Ijo2.. :D
Photobucket
dari RSB, saya mampir ke rumah Faza, and this is my favorite pict of the day. xo


Monday, April 23, 2012

Ugh, tukang pamer!!

Seperti biasa, kalo buka BBM, yang saya klik pertama pasti recent update, sekedar melihat temen2 ngapain aja, atau pamer apa lagi kali ini. Pamer?? yup, itu kata yang paling pas untuk menyebut hal2 yang di-update-kan mereka di BBM atau di Facebook. Saya gak suka banget dengan orang2 yang suka pamer macam gitu. Bukannya apa, yang mereka pamerin tuh hal2 gak penting, yang semua orang juga udah punya. Mobil, rumah ber-AC, makan di resto, nonton konser. Udah lama sebenarnya saya membaca status2 dan foto2 macam gitu, dan udah lama juga saya ngerasa, "Oh my, kayak gini aja pake dipamerin.."

Yang pamer di facebook lebih membuat saya takjub lagi, "at the airport, mau ke luar negeri sini, luar negeri sana", atau, "pindah rumah baru.." lengkap dengan foto rumahnya, atau lagi, "mobil baru" lengkap dengan foto mobilnya. Big WOW banget saya melihat status2 itu. Kenapa semua temen2 saya menyebalkan banget? berlomba2 menunjukkan kesuksesan mereka, hidup mereka yang "living in heaven" banget de.

Menurut saya, wajar kalau kita pengen memperlihatkan kehidupan kita yang sekarang udah lebih baik, wajah udah gak culun kayak jaman SMA dulu, yang dulu ke mana2 naik angkot, sekarang naik mobil, yang dulu keriting sekarang lurus, yang dulu item sekarang putih. Ya wajar aja seperti itu. Cuma, beberapa orang menurut saya terlalu ekspresif dan berlebihan.

Selama ini saya cuma tersenyum melihat status2 itu, tapi di pikiran saya udah pengen aja komen atau nge-BBM mereka, "kamu tuh suka pamer banget si?? you make me sick!!" hahaha. Tapi, ya udahlah mungkin di luar sana, temen2 saya juga ada juga yang gak suka sama saya, yang juga punya pikiran yang sama seperti saya. Yang mungkin mengira bahwa hidup saya juga terlihat sempurna di mata mereka. Padahal nggak selalu seperti itu, saya biasa2 aja. I feel weird to show something that anybody else can have it too. This is what I am, I don't care a damn of what you think of me. XO



Monday, April 16, 2012

I miss home..

I do really miss being with my family in Malang. I miss everything at home..


Tuesday, February 14, 2012

it's too cute not to share

"Saya gak ngerayain valentine, mbak.." Itu yang saya katakan sama mbak CS di bank Mega pagi tadi, pas dia mau ngasih cokelat berbentuk hati unyu-unyu banget. Untungnya si mbak buru2 mengklarifikasi kalau cokelat yang dibagi2in ke semua customer yang datang hari ini, bukan semata2 karena hari ini adalah hari kasih sayang, tapi juga bertepatan dengan hari jadi Bank Mega Kr. Jati yang ke 11.

Pantas saja, karena kalau cuma untuk ngerayain hari kasih sayang, apa yang dilakukan bank ini agak berlebihan. Di pintu dipasang pita berbentuk hati berwarna pink, cantik banget. Dan yang paling silly adalah, karyawan yang laki-laki juga pake baju warna pink, dari kaos polo sampe kemeja, semuanya pink *tepok jidat*.. Tapi terserahlah, saya ambil aja cokelatnya, toh bukan dalam rangka valentine's day, tapi ultah Bank Mega.

let's not limit our love just for one certain day, spread love everyday..!!


Friday, February 10, 2012

Beloved East Coast: Happy Anniversary 115th Balikpapan

September 2007 pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di kota minyak ini. Waktu itu Alif masih berumur hampir 4 bulan. Dijemput oleh kakak ipar, sepanjang jalan dari bandara sampai rumah, saya gak melewatkan sedikit pun pemadangan di kanan kiri jalan. Pemandangan kota yang bener2 berbeda dengan kota kelahiran saya Malang.

Pindah dan kemudian menetap di Balikpapan adalah hal terberat yang saya rasakan waktu itu. Lahir dan dibesarkan di Malang, gak pernah ninggalin rumah, dan kemudian harus berpisah dengan keluarga saya, that was the hardest thing I've ever done in my life, ever..

Tapi alhamdulillah, dengan saya terus belajar untuk bersabar dan bersyukur apapun yang saya harus jalanin dalam hidup saya, semua jadi lebih mudah. Dan ternyata, Balikpapan is great place to live. Apalagi tempat tinggal saya di Gunung Sari Ilir, sangat memudahkan saya kalau mau ke mana2, karena daerah ini termasuk pusat kota, dan dekat dengan tempat2 keren yang ada di Balikpapan.

Apalagi sekarang saya punya fantastic friends di Creative Mommas (maaf bahasanya campur2, Indonesia-Inggris, kayak subtitle DVD Bajakan LOL), yang masih dan akan terus kreatif, saya jadi seksi dokumentasi aja ya. Dan semenjak tinggal di Balikpapan dan sempet hampir setahun di Tanjung Tabalong, setidaknya kalo ada orang ngomongin saya pake Bahasa Banjar, saya tau apa yang mereka omongin. Kalau dulu, dibilang bungul, saya senyum2 aja. Tapi kalo sekarang sekarang ada yang bilang saya bungul, saya akan balas dengan 2 versi, pertama Angel Version, "Terima kasih, anda telah menghadiahkan amal baik anda kepada saya." Yang kedua Evil Version "Why don't you just **** *** and ***!!" LOL

Gak terasa ya, five years went in an instant, udah hampir 5 tahun saya tinggal di sini. Dan pastinya kecintaan saya dan rasa ikut memiliki terhadap kota ini juga semakin besar. Sebenarnya, tadinya, tulisan saya Balikpapan, A Slice Of East Kalimantan, untuk Sometimes Sweet, akan di-publish kemarin malam, jam 12AM waktu Arizona, dan bisa jadi kado untuk Balikpapan. Tapi karena pemilik blognya lagi ngerayain hari valentin, dan banyak postingan tentang hari valentin, akhirnya dengan sangat menyesal postingan saya harus mundur sampai Kamis depan tanggal 16 Februari.

Selamat Hari Jadi ke 115, Balikpapan. What a wonderful almost 5 years it's been. Don't litter!! Keep our city green, clean and healthy.

Stiker HUT Balikpapan ke 115, property of aditiapratama.com



Thursday, February 09, 2012

Drama PMS

Semua orang pasti udah tau apa itu PMS, yup that's right, PEOPLE MAKE me SICK!! PMS ini gak cuma merepotkan suami saya, tapi, saya sendiri yang ngalamin juga ikut sebel. This PMS thing is really eating my energy. Gak enak banget lo, gak ada apa2, tau2 kesel banget, being irritable, dan jelas banget yang paling sengsara atas PMS saya adalah suami saya. Saya sebenarnya ngerasa salah sama suami saya, dan berusaha meminimalisir kekesalan2 yang gak ada juntrungannya ini. Tapi kadang gak berhasil dan yang ada malah saya jadi sedih, terus nangis, aduh pokoknya gak jelas, merepotkan, dan drama bangeeett..

Kalau Males-Mau-Ngapa2in itu, kira2 termasuk gejala PMS atau saya bikin2 sendiri ya?? LOL.. Tapi iya loh, gini nih saya males banget mau ngapa2in. Padahal profesi saya sebagai Ibu Rumah Tangga, menuntut saya untuk gak terlalu banyak bersantai. (notes from editor : ni sambil ngetik, di sebelah saya ada segunung baju yang harus disetrika, tapi saya abaikan). Tapi ya itu tadi, karena lagi PMS (lagi2 PMS dijadikan alasan) gak papa dong sekali2 mengabaikan setrikaan. :D

Tapi Alhamdulillah ya, suami saya tuh pengertian banget. He knows how to deal with PMS-ing me, better and better. Kalo hari biasa, suami saya telpon paling cuma sekali, nanya saya sama Alif udah maem siang apa belum. Tapi kalo hari2 gini, dia bisa telpon saya 3 sampai 4 kali sehari, dari sekedar memastikan saya udah ngerasa lebih baik atau belum, masak apa, makan apa, ada aja deh pokoknya yang ditanyain. Dan favorit saya adalah, kalo dia telpon dan ngajakin jalan, ngajakin belanja. Pasti mood saya langsung turned 180 degrees, jadi langsung semangat dan gak bete lagi. Jadi tips dari saya, untuk mengurangi gejala PMS, Go Shopping!! Gak usah minum vitamin E blah blah blah, shopping aja cukup. hahaha (best worst tips ever) xo



Saturday, February 04, 2012

this photo story

Foto ini adalah satu2nya foto yang disimpan suami saya di dompetnya. Saya gak biasanya memperhatikan foto ini. Tapi tadi, entahlah, pengen aja saya ambil dan saya perhatikan. Dan saya bahkan gak inget pasti, kapan foto ini diambil. Saya cuma inget ini di foto box di Malang Town Square tahun 2008. Sayang banget, karena foto ini cuma cetakan dari printer biasa, makanya gak awet, warnanya udah pudar, dan jadi seperti di-blur. Kayaknya itu Alif belum setahun de, masih chubby.. :D


Saturday, January 28, 2012

little overwhelmed "Alif, no more toys!!"

that's exactly what I'm feeling lately about my son's sizeable toy budget.. oh my, toys are all over our house, di ruang tamu, kamar, dapur, kamar mandi.. belum lagi mainan2 dari mcD, kfc.. banyaknya..

saya gak sendirian si, mama2 yang lain juga ngerasain hal yang sama.. saya selalu berusaha untuk mengurangi this buy and buy some more toys thing, tapi tetep aja gak bisa.. apalagi kalo mainan yang dia pengenin itu yang lagi happening dan semua temannya punya, seperti gasing yang cuma bertahan 2 hari di tangan anak saya..

belum lagi snack2 dengan hadiah mainan.. magic kinder, di mana dia lihat kinder joy, pasti dia minta.. tapi masih mending, kinder joy nasibnya lebih baik dibanding sereal2 dengan hadiah mainan, yang dibuka cuma diambil mainannya dan serealnya gak pernah dimakan.. Alif suka banget wafer dan coklat dari magic kinder ini..

tapi mungkin dari sayanya juga ya.. saya gak tega ngeliat anak saya begitu menginginkan sesuatu yang sebenarnya saya bisa aja beliin.. tapi lebih dari itu, saya pengen ngajarin ke anak saya, bahwa gak selamanya, sesuatu yang dia inginkan selalu bisa dia dapatkan.. tapi ujung2nya pasti saya beliin juga.. atau kalo gak saya beliin, Papanya juga jadi ikut2an merengek sama saya, "kasiannya Alip, Ma, beliin ajalah Ma.." kalo udah gitu, gak mungkin'kan gak saya beliin..

tapi ya sudahlah.. it's my reality, anak baru satu, baru umur 4 tahun.. memang seperti itu, balita.. belum bisa diberi pengertian.. semoga Papanya Alif selalu diberi kelapangan rejeki dari Allah, dan kami juga selalu dijadikan orang2 yang senantiasa bersyukur.. amin..

hot wheels emang gak terlalu mahal ya, cuma 20rb, tapi kalo sering, jadi mahal juga'kan..
lagi asyik mengorek2 coklat kinder.. :D
mainan gelembung, saya beliin kemarin di ace hardware, yang cuma dimainin sekali dan langsung bosan.. udah gitu, saya beliin yang kecil gak mau, maunya yang besar.. *sigh*


Thursday, January 26, 2012

I'm ready, I'm ready..!!

not really soon to be here again.. suami masih mau berangkat ke aussie, dan suami gak mau menyia2kan momen mudik saya kali ini, dan kebetulan juga jatah cuti suami pas ntar bulan februari juga..


Friday, December 23, 2011

the best 8 years of my life..

Dear Papa..

As the years go by, I stop and think about all the memories we've made, the good times we've shared and the love between us that keeps growing..

You are not only my wonderful husband, but my best friend and soul mate.. you are caregiver, caretaker..

I thank you so much for what you've done to me and our son..

Thank you for loving me, loving all of me..

Thank you for making me a hi-tech junkie.. *LOL*

For your encouragement and thoughtfulness..

For sticking with me through all my messes in the house, and everywhere..

Thanks for those kisses on my forehead,

Your phone calls everyday..

Most of all, our son..

Thank you for being a terrific father..

You're the best 8 years of my life..

I love you Babe, more than words, more than life..

and I'm so proud to be your wife..

xo

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...