Showing posts with label kalimantan. Show all posts
Showing posts with label kalimantan. Show all posts

Friday, December 30, 2011

Papa Alif's Travelogue, Sangatta Trip

Hari Selasa kemarin Papa Alif tugas ke luar kota lagi. Kali ini Papa ke Sangatta Kutai Timur, dan ini adalah pertama kalinya suami saya ke kota kecil penghasil batubara tersebut. Untuk ke Sangatta bisa melalui jalan darat dengan menggunakan mobil (menggunakan becak juga gak ada ngelarang) atau udara. Alhamdulillah, suami saya gak harus melalui jalan darat yang biasanya memakan waktu hingga 7 jam dari Balikpapan.

Untuk ke Sangatta melalui jalur udara, adalah dengan menggunakan maskapai penerbangan Airfast milik perusahaan tambang batubara PT. Kaltim Prima Coal, satu2nya maskapai yang melayani rute Balikpapan-Sangatta. dari bandara Sepinggan Balikpapan menuju Bandara Tanjung Bara Sangatta memerlukan waktu sekitar 40 menit. Bandara Tanjung Bara sendiri berada di kompleks penambangan PT Kaltim Prima Coal juga (wah, hebat KPC..)

photos from the trip
Masjid Raya dan kawasan perkantoran Bukit Pelangi Sangatta
seumur2 naik pesawat, baru ini Papa bisa ngeliat pilotnya.. :D
pemandangan hutan Kalimantan dari pesawat
suasana Bandara Tanjung Bara Sangatta
dari bandara, suami saya langsung ke kantornya..
sarapan hari pertama di Sangatta, pecel lagi...??
Di Sangatta, suami saya menginap di hotel Royal Victoria selama 2 malam.
Papa.. kok maemnya cuma nasi goreng si?? padahal saya pengen tau makanan khas Sangatta yang terkenal yaitu Sambal Raja, tapi selama di Sangatta, rute suami saya cuma kantor-hotel, gak sempet jalan2.. anyway, makasi foto2nya Papa.. (all pictures were taken with BB cameraphone)


Wednesday, December 28, 2011

Beloved East Coast: Tugu Australia Balikpapan

Tugu Australia ini didirikan untuk menghormati dan memperingati meninggalnya sekitar 229 tentara Australia dan New Zealand dalam peristiwa pertempuran membebaskan Pulau Kalimantan dari pendudukan Jepang di Balikpapan. Dan peristiwa itu sendiri diperingati setiap tanggal 25 April oleh warga Australia yang tinggal di Balikpapan. Mereka menyebut peristiwa pertempuran di pantai Strand Banua Patra Balikpapan ini sebagai Australian and New Zealand Army Corps (ANZAC) Day atau Hari Pahlawan Australia.

Hingga saat ini, setiap tahunnya, tugu yang masih dirawat dengan baik oleh Pemkot Balikpapan ini selalu ramai dikunjungi para keluarga veteran asal Australia untuk mengadakan upacara penghormatan atas perjuangan leluhur mereka, tentara Divisi ke 7 Autralia, yang melakukan operasi sekutu terakhir dalam Perang Dunia II.

Di sebelah kiri tugu ini terdapat plat yang sangat menarik untuk dibaca yang bertuliskan sejarah lengkap tentang peristiwa yang terjadi selama peperangan pada tahun 1945 silam di Balikpapan.

Peta Pulau Kalimantan, daftar kota-kota di Kalimantan yang menjadi titik-titik pertempuran waktu itu dan perkiraan jumlah orang yang meninggal baik itu dari pihak militer maupun masyarakat sipil.

Di sebelah kanan peta Pulau Kalimantan, cerita pertempuran Tentara Australia ini tertulis dalam bahasa Indonesia, di sisi yang satunya tertulis dalam bahasa Inggris.

Tidak semua warga Balikpapan mengetahui bahwa tugu kecil yang terletak di Jl. Jend. Sudirman di bundaran Lapangan Merdeka ini memiliki catatan sejarah yang begitu penting. Bukan hanya sebagai pelengkap untuk mempercantik kota, tapi lebih dari itu penghargaan bagi para pejuang dan orang-orang dulu. Dan ada nilai perjuangan dan kegigihan yang bisa diambil dari peringatan ANZAC Day yang tiap tahun digelar di sini..



Sunday, May 08, 2011

Beloved East Coast: Balikpapan Bergunung-gunung

Pertama kali saya datang ke Balikapapan 4 tahun yang lalu, saya agak bingung lo kenapa ya kok nama2 daerah di Balikpapan ini pada pake kata Gunung.. kayak tempat tinggal saya, Gunung Sari (rumah kami juga sedikit naik di atas bukit).. tapi saya gak perlu nanya siapa2, karena kebetulan pas jalan2 saya udah nemuin sendiri jawabannya.. ternyata emang kontur tanah di kota Balikpapan ini berbukit2.. cuman yang saya gak ngerti kenapa orang Balikpapan memakai istilah gunung dan bukan bukit.. padahal kalo dilihat dari bentuknya, itu bukit bukan gunung..

Dan buat kalian yang baru pertama datang ke Balikpapan, jangan bengong kayak pas saya denger karyawan pecel family bilang "rumah saya masih naik lagi ke gunung", saya ngebayanginnya rumahnya di atas gunung macam gunung semeru atau gunung arjuno gitu.. di mana si di Balikpapan ada gunung..? hahaha.. padahal maksud dia rumahnya di atas bukit.. daerah2 di Balikpapan yang namanya mengandung kata gunung: Gunung Sari, Gunung Dubbs, Gunung Balikpapan, Gunung Guntur, Gunung Malang, Gunung Tembak, Gunung Kawi, Gunung Rejo, Gunung Samarinda, Gunung Pipa, Gunung Bahagia, itu saja yang saya inget.. mungkin masih ada lagi yang lain, tapi saya lagi gak inget ni.. XO foto 1: salah satu gang di Karang Jati (naik gunung) foto 2: tower BTS dan rumah2 di atas bukit di Karang Jati foto 3: pertigaan ke Karang Rejo foto 4 dan 5: my neighborhood di Jl. Nusa Indah Gunung Sari Ilir


Thursday, January 27, 2011

Tanjung Tabalong, A Slice of South Kalimantan

wow, I've been 11 months in this small town, and it feels like it was just yesterday I was so busy taking care of the moving-here things.. I actually never wanted to live here for a long time.. yep, just try to take and feel the new small town experiences offered for us.. as a small town Tanjung Tabalong doesn't have any skyscraper at all, no mall just a traditional market.. and I tried my ass off sure as hell so hard to enjoy living here, but we failed.. now , not so much later, we'll finally totally move back to my husband's hometown, Balikpapan.. my beloved metropolitan-flair town..
some snapshots of Tanjung Tabalong
Papa, Alif dengan background taman dan mobil ranger yang bertebaran di seantero Tanjung
pas sama Mama belanja sekalian jeprat jepret =)
Tanjung Barunak, di sini kalau bulan puasa ada kinda pasar Ramadhan, orang Banjar nyebutnya Pasar Wadai Barunak
Masjid Agung Shirothol Mustaqim di sekitar Pasar Tanjung
Bis tambang.. Ni kira2 kalo gak ada tambang batubara, Tanjung gak bakal rame kayak sekarang ini kayaknya.. karena ada tambang jadi banyak pendatang jadi rame de kotanya.. =)
bukan berhenti lo, tapi "Barhanti" Banjar banget.. =D
ni si Kliwon di Pasar Kapar, aku paling gak suka liat orang miara binatang pake dirantai2, emang dia mau dirantai.. -_-"
Pasar Kapar Adventure
it was taken last month, pas mo ada Ridho Rhoma dkk tampil di pendopo
Polres Tabalong, mengayomi dan melindungi masyarakat!! Teorinya!! hahahahaha
Masjid Mardhatush Shalihin depan Polres
Pendopo Bersinar, ridho rhoma tampil di sini ni..
kompleks stadion, tiap sore banyak yang jogging di sini, rame banget de.. =)


Wednesday, December 15, 2010

my first Paliat

akhirnya I got my first Paliat.. yang biasanya cuma denger atau cuma lewat depan rumah makan yg nyediain menu ini.. tadi tau2 Papa Alif ngajakin maem Paliat ini.. sebenernya aku barusan makan tapi bolehlah, selain penasaran banget kayak apa Paliat itu, sekalian buat bahan nge-blog.. hehehehe
ini satu2nya rumah makan yang nyediain menu Paliat.. di Jl Mabuun Raya Tabalong
awalnya Paliat cuma dibikin dari ikan Baung, tp sekarang udah dikembangin resepnya, yang jadi andalan di rumah makan ini adalah Paliat udang galah.. bonusnya telur ikan baung dan jeroannya.. enak si, tapi kurang cocok sama lidah Jawaku.. :)
lalapannya sayur musuhnya Papa Alif, genjer.. gak pernah doyan.. :D
Paliat pertama Alif, tapi malah gak mau maem.. -_-"
Paliat pertama Mama juga, gak seberapa doyan juga ternyata.. :)
Papa Alif nambah nasi sampe berapa kali ya.. banyak de.. :D
nasi berantakan (gak pulen, nasinya ambyar) dari beras unus khas Banjar.. :D
Papa Alif tuh ngomong apa ya...
"foto2 terus, Mama gak makan2.." bilang Papa Alif tadi.. maklum Pa.. :D
wow, super ludes.. ini piring saya.. hahahahaha
pencuci mulutnya di rumah aja..
fresh seedless watermelon, to cold the super hot day..
super ludess juga.. hmmm.. full, like I had said yesterday, kinda tired, but my stomach, body and mind are happy.. :)


Friday, December 10, 2010

wadai project dan kepuhunan

akhirnya berkesempatan moto2 pas bantu2 tetangga yang lagi mo dapet giliran tahlil rutin.. ini bukan kali pertamaku bantu2 di rumah tetangga, cuma baru kali ini aku nekad aja bawa kamera buat moto2 cara orang Banjar bikin kue yang unik2.. niat banget deh.. :D

karena ibu2 yang lagi ngumpul, apalagi yang lagi diulik makanan, jadilah ngomongnya ke mana2 sampai ngomongin "kepuhunan".. kepuhunan itu semacam kepercayaan atau mitos orang Banjar, atau kalau di Jawa disebut pamali itu kali ya, tapi kepuhunan lebih ke yang berhubungan sama makanan.. misalnya kalau kita pengen makan nasi kuning, kalau udah terlanjur diucapkan ya harus diturutin, kalau enggak, bisa celaka.. *ngeri* kepuhunan ini gak cuma dikenal di daerah Kalimantan Selatan, aku pertama kali dateng ke Balikpapan tahun 2007 udah pernah denger cerita2 seputar mitos kepuhunan ini, dan orang2 yang akhirnya ngalamin kecelakaan gara2 pengen makan sesuatu tapi gak keturutan.. *wacky!!* hahaha

makanya kalau aku lagi ngobrol2 sama siapa aja termasuk sama keluarga di Balikpapan, kalau udah nyangkut2 kepuhunan aku buru2 stop.. udah gak usah diterusin, mending gak percaya daripada ntar percaya malah terjadi hal2 yang gak diinginkan.. naudzubillah de.. buat aku, pasrah kepada Allah lebih penting.. jadi mo pengen makan apa aja kalau gak kesampean ya biasa aja, gak usah takut celaka..

makanya kemaren sempet ngalamin "culture shocked".. aku juga baru nyadarnya tadi, pas mama imay (yang punya hajat) bilang ke aku, makanya mama alip kalau di Banjar, kalau pengen sesuatu ambil2 aja, kadang saya lupa mau nyuruh ngambil, atau ngambilin.. daripada kepuhunan.. oooo rupanya begitu.. padahal aku udah mikir jelek aja ama anak2 temen2 alip yg suka ikut nimbrung ngambilin makanan di kulkas, aku pikir mereka celamitan, ternyata kalau kita dateng ke rumah mereka juga kalau kita pengen makan sesuatu ya ambil aja, daripada ntar celaka.. jangan sampai de.. :D

bilang mamanya ziah yang orang Klaten, iyo, wong Jowo iku kakehan pakewuh, halah opo maneh iki.. opo iku mbak? "sungkan2" kalau di Banjar gak usah sungkan2, mo makan apa, monggo.. daripada kepuhunan lo.. :D

the wadai project
bahan buat bikin wadai pare2, tepung ketan dan air daun suji..

ni dia pare2 yang udah dicetak.. kalau di Jawa ada mendut atau kalau di tempat asalku Malang disebut kue bugis.. cuma bedanya, kalau adonan mendut dipakein santan, kalau pare2 ini cuma air daun suji aja, jadi rasanya gak gurih kayak mendut, dan teksturnya juga lebih keras.. kalau mendut'kan lembek dan gurih.. *jadi pengen*

unik'kan nyetaknya pake mayang pinang.. makanya jadinya bisa kayak pare..
isinya juga sama sama isinya mendut, kelapa yang dicampur gula terus disangrai..
yang udah mateng, mirip pare'kan..? :D
I ate.. ni belum acara tahlilannya, udah makan2, ntar sore tahlil, perut sudah kanyang.. tapi paling2 aku di dapur aja bantu2 lagi.. tadi ke tempat mama imay belum sarapan, padahal udah masak.. sikaaattt!! laperrr... :D

yang ini namanya "PAKASAM", ini masakan aku baru pertama kali lihat, dan baru pertama kali makan.. dari ikan sepat kecil2 yang digoreng garing terus ada bumbu agak2 renyah kayak koya yang sesuai namanya, rasanya agak2 asam gimana gitu.. pas banget sama sayur bobornya yang seger.. :D



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...