Monday, April 20, 2015

Upgraded

Kemarin malam saya bersama suami membuat data penerimaan murid baru TK Pelangi. Sebagian murid yang udah membeli formulir pendaftaran udah mulai mengembalikan formulir yang udah dilengkapi dengan syarat-syarat yang kami tentukan. Membaca isian formulir murid-murid baru ini kadang bikin saya dan suami gak bisa menahan tawa. Misalnya di kolom yang udah kami beri penjelasan untuk melingkari pilihan yang ada, tapi masih ada beberapa orangtua yang mencoret, mencentang, ya mungkin kebetulan lagi gak teliti aja bacanya. Terus ada juga yang formulirnya banyak banget coretannya, ini ngisi formulir apa nulis surat cinta sih salah-salah mulu hahaha..

Ada perasaan iba ketika membaca kolom pekerjaan dan penghasilan per bulan dari sebagian orangtua murid saya. Beberapa waktu yang lalu salah seorang ibu yang mendaftarkan anaknya nanya sama saya kalo mendaftar di gelombang I ini apakah ada diskon.. Saya bilang ke beliau kalau biaya yang tertulis di brosur itu adalah biaya gelombang I yang lebih rendah, nanti gelombang II biayanya akan lebih tinggi. Beliau senyum-senyum saja mendengar jawaban saya. Tapi setelah membaca isian formulir yang udah mereka kembalikan, saya jadi sadar kalo biaya "segitu" itu ternyata emang cukup besar untuk mereka dibanding dengan penghasilan per bulan sang Ayah.

Saya sendiri udah mulai bisa ngerasain dilema ketika saya tau ada beberapa orangtua yang gak mampu membayar SPP sementara anaknya masih bersemangat untuk bersekolah. Saya berusaha bersikap fleksibel dan berusaha untuk bisa menyampaikan ke yayasan tentang kesulitan keuangan yang dialami oleh beberapa orangtua murid. Dan syukur alhamdulillah Ibu dan Bapak Mertua saya mau mengerti juga dengan kondisi mereka dan berniat membebaskan seluruh biaya pendidikan yang dibebankan selama ini.

Melihat semangat belajar murid-murid saya, gak tega rasanya kalau harus bersikap "kejam" seperti mengeluarkan murid dari sekolah hanya karena "gak mampu" membayar SPP. Dan menjadikan seorang anak kehilangan haknya untuk belajar dan bermain di Taman Kanak-Kanak. Mengurus lembaga pendidikan memang gak bisa disamakan dengan menjalankan usaha di bidang kuliner atau bidang yang lain. InshaAllah, menjalankan sebuah sekolah adalah salah satu jalan yang Allah berikan untuk kami jadikan ladang ibadah dan mencari pahala melalui mengajar dan berbagi ilmu kepada murid-murid kami dengan sepenuh hati. Dan untuk suami dan orangtuanya yang sangat berhati mulia juga, semoga Allah menjadikan keikhlasan dan amalan mereka tercatat sebagai amal saleh kelak di akhirat. Aamiin..

Sebagian foto-foto kegiatan TK Pelangi

 Asal ngumpul ya foto-foto, makan-makan #cewe eh #ibu2
Kegiatan membuat kolase panda pelangi [mentang-mentang TK Pelangi]
Kepala Sekolah TK Pelangi [clearing throat]


7 comments:

  1. Waaa kereen Mba. Ternyata udah jadi kepsek ya sekarang ^_^.
    Coba TK nya ada di sini :)

    ReplyDelete
  2. ternyata kaka kepsek ya. sama kak suka sedih kalo tau ada teman-teman yang kesulitan bayar spp di kampus :( mana makin tahun biayanya makin naik.

    ReplyDelete
  3. Ehem! Kepsek ya mbak, aamiin... :D

    ReplyDelete
  4. seru yaa kepsek nya cuantiks :D :D

    ReplyDelete
  5. Makasi semua ya aamiin ya rabb doa2nya.. jazakumullah khair *hugs

    ReplyDelete


  6. semoga tetep istoqomah dalam menjaga amanah .. Amiin

    ReplyDelete
  7. hai Katie... kabarmu seru ya ternyata. you go girls!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...